Month: August 2017

  • Menu kuah dan berbumbu cabai

    TRIBUNNERS – Makanan pedas merupakan primadona di kalangan anak muda.

    Banyak sekali jajanan yang dijajajakan di depan sekolah yang rasanya pedas.

    Makanan pedas seolah menjadi pilihan utama karena citarasanya yang lebih menggugah selera dan menarik perhatian.

    Namun setiap orang rupanya memiliki kemampuan dalam mengonsumsi makanan pedas yang berbeda-beda. Bisa jadi untuk sebagian orang, suatu makanan dianggap sangat pedas namun bagi orang lain tidak terasa pedas.

    Apabila kita telah terlajur mengonsumsi makanan yang sangat pedas dan di luar batas kemampuan, bagaimana cara kita untuk mengatasinya?

    Kebanyakan orang mengatasi rasa pedasnya dengan meminum air mineral sebanyak-banyaknya.

    Namun faktanya hal itu tidak akan mengurangi kepedasan. Cabe mengandung senyawa kimia bernama capsaicin yang merupakan zat hidrofobik yang tidak terikat maupun larut dalam air sehingga dengan mengonsumsi air tidak akan menghilangkan kepedasan tapi justru membuatnya semakin terasa.

    Cara mengatasi kepedasan yang paling baik adalah dengan mengonsumsi susu.

    Hal ini karena senyawa kimia capsaicin pada cabe, bersifat lipolitik alias larut lemak. Kandungan kasein dalam susu dapat mengikat capsaicin sehingga dapat mengatasi kepedasan.

    Jangan takut makan pedas yah! Atasi rasa pedasmu dengan meminum susu. Namun meskipun sudah mengetahui solusi mengatasi kepedasan, alangkah lebih baiknya untuk mengonsumsi makanan pedas dalam batas kewajaran dan dalam jumlah yang tidak terlalu banyak.

    Tentunya harus ada batasan dalam mengonsumsi segala sesuatu agar tidak mengganggu kesehatan.

  • “Jangan buang buang nasi, nanti Dewi Sri sedih”, itu kata buku pelajaran saat SD dulu. Dan pernah lihat juga iklan TV, nasi dibuang lalu nasinya nangis dan seluruh kota tenggelam. #eaaa belum selesai nih.

    Selain dua cerita tersebut, saat saya kecil papa juga selalu cerita. Bahwa kalau makan itu harus dihabiskan. Karena ada teman papa yang saat kecil suka buang buang makanan, besarnya makanan ga mau dekat dekat dia lagi (jatuh miskin). Padahal waktu kecil, orang itu keluarganya sangat kaya.

    Tiga cerita diatas begitu membekas dihati, hingga akhirnya kelakuan saya agak aneh. Kadang lebih rela membuang lauk daripada membuang nasi hahahaa #halahjanganditiru. Tapi beneran, masalah nasi saya lumayan agak ketat.

    Apalagi ketika mama mengatakan, “Satu butir nasi saja tertinggal di piring satu orang. Bisa dibayangkan berapa butir nasi yang dapat terkumpul dalam sehari dari seluruh dunia ini? Maka jangan dibuang nasi meski cuma sebutir. Karena itu sangat berharga.”

    Yes, lengkap sudah kegalauan hati saya jika ingin membuang nasi. Maka, akhirnya ketemulah cara supaya nasi bisa tahan lama hingga seminggu tanpa basi. Hmmm mungkin bisa ya lebih dari seminggu, tapi karena eksperimen saya cuma seminggu, jadinya saya ga berani nulis lebih lama waktunya. Takut ga valid.

    Cara ini sendiri saya dapatkan dari kakak sepupu saya yang dulu tinggal di Kanada. Ia mengaku disana hidup serba hemat. Sehingga demi menghemat listrik, ia sering memasak nasi sekaligus banyak, kemudian ia packing seporsi seporsi dan kemudian dimasukkan ke Freezer. Jika hendak makan barulah dikukus dan tralala, jadilah nasi putih siap santap.

    Nasi dibungkus perporsi

    Tutup panci dan jangan lupa setelah agak lama, nasi diacak acak, supaya panasnya merata

    Jadinya seperti nasi putih baru

    Yes, memang begitu caranya. Mudahkan??? Hasilnya, nasi juga tetap bagus seperti saat awal kita menyimpannya. Tapi entahlah saya belum pernah menyimpan lebih dari seminggu ya, buat kawan yang mau eksperimen monggo dicoba dan nanti dikabarkan kemari ya. Selamat mencoba dan semoga tips ini bermanfaat.

  •  Warung makan sayur asem Betawi paling legend di Tangsel.

    TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG – Rumah Makan Sayur Asem Betawi H. Masa dikenal sebagai usaha kuliner sayur asem betawi paling legendaris di Tangerang Selatan, Banten.

    Inilah yang menjadi alasan rumah makan ini terpilih untuk terlibat dalam rangkaian acara Santap Mantap Day 2017, Selasa (22/8/2017).

    Berlokasi di Pondok Aren, Tangerang Selatan, gerai hidangan ini telah berdiri sejak tahun 1983. Seperti telah tertera pada nama rumah makan ini, H Masa merupakan sang pemilik.

    Bersama istri, H Somih, beserta keempat anaknya, usaha ini telah berjalan hingga 30 tahun lamanya. Tidak hanya sang buah hati, sanak saudara pun juga turut berpartisipasi dalam membesarkan bisnis kuliner ini.

    “Awalnya jualan nasi uduk dan semur. Selang 3 tahun, nenek kasih saran beserta resep untuk jualan sayur asem khas Betawi,” ujar Yulianti, anak keempat dari H Masa.

    Mengalami jatuh bangunnya bisnis, usaha ini mulai bangkit dan diketahui oleh banyak orang pada tahun 1996.

    Kala itu, rumah makan yang sebelumnya hanya berkapasitas 5-6 orang mulai direnovasi dan dinding yang semula hanya menggunakan bambu, berganti menjadi tembok.

    Yulianti mengatakan, kedua orang tuanya terus melakukan inovasi. Dari mulai inovasi terkait bumbu, sayuran, hingga lauk-pauk yang tersedia untuk disantap bersamaan dengan sayur asem Betawi seharga Rp 10.000 per porsi sebagai menu utama.

    Sejak usaha ini dirintis, nilai luhur jiwa Indonesia sangat dijunjung tinggi. Hal ini terbukti dari pengolahan masakan yang dilakukan secara bergotong royong.

    “Kami bekerja sama memperhatikan tingkat kematangan sayuran untuk menjaga tekstur sayuran tetap renyah dan tidak terlalu matang. Kami juga secara bergantian mengolah bahan masakan menggunakan peralatan masak tradisional,” ujar Yulianti.

    Penerapan sistem gotong royong ini yang kemudian menjadi salah satu ciri khas RM Sayur Asem Betawi H Salam selain dari penggunaan bumbu dan bahan masakan tertentu.

    Selain itu, sistem prasmanan untuk penyajian makanan di RM Sayur Asem Betawi H Masa juga menjadi keistimewaan lainnya yang menjadi pembeda dengan rumah makan lainnya.

  • Bagi Mahasiswa proletar, tempat makan ini adalah penyelamat saat perut menuntut haknya!

    Ada dua jenis istilah mahasiswa dalam dunia perkampusan, Yaitu jenis mahasiswa borjuis dan mahasiswa proletar. Untuk mahasiswa borjuis biasanya disematkan untuk mereka yang berasal dari golongan klas dan strata atas. Yah biasanya kalo bukan anaknya pengusaha besar atau pejabat, kehidupan mereka terbilang berkeccukupan, baik itu tempat kostnya yang memiliki kamar mandi dalam dan full Ac, ataupun gaya hidup mereka yang serba kecukupan.

    Beda lagi untuk mahasiswa proletar, mereka biasanya mahasiswa dari golongan menengah kebawah. Mungkin ibarat badan usaha, mereka masih level usaha kecil dan menengah (UKM). Nahasnya jenis mahasiswa ini mendominasi dari seluruh mahasiswa. Gaya hidup mereka sederhana, tidak terlalu berlebihan, bahkan terbilang irit. Sampai kalau mau makan saja harus milih-milih tempat makan yang enak tapi murah.

    Untungnya kota-kota yang banyak kampus seperti Jogja, masih banyak tempat makan enak dan murah, jadi bisa menjadi rujukan jika perut sedang menagih haknya. di Jogja sendiri ada beberapa tempat makan enak yang murah andalan para mahasiswa, tempat makan ini selalu ramai dan bahkan untuk waktu-waktu tertentu kamu harus ngantri untuk bisa menikmati hidangannya. Dimana saja tempat makan enak dan murah di Jogja? Inilah beberapa diantaranya.

    1. Warung spesial sambal (Ss)

    Buat para Mahasiswa di Jogja, nama tempat makan ini sudah tidak asing di dengar. Bahkan banyak dikalangan Mahasiswa yang menjadikan warung makan Ss sebagai tempat makan wajib saat makan bareng teman-teman. Warung makan Ss memang sejak awal memang target pasarnya ialah para mahasiswa, khususnya mereka yang menyukai selera pedas. Ss menawarkan makan kenyang dengan harga murah, disini kamu bisa makan kenyang mulai harga 8.000 an. Untuk tambahan lauk kamu bisa nambah sekitar 1500 sampai 10.000 saja.

    jadagram.com

    Dengan konsep tempat makan yang murah dan enak, Ss berhasil memenuhi selera Mahasiswa proletar. Ketenaran Ss pun cukup pesat, setidaknya sampai bulan November 2016, sudah ada 36 cabang yang tersebar di Jogja. Jika kamu berniat makan di Ss, saya sarankan tidak saat pas jam makan, sebab kamu bakalan mengantri sampai berjam-jam untuk mendapatkan meja makan.

  • iantara ratusan tempat wisata kuliner di Jogja, House of Raminten terlihat sangat berbeda. Dari namanya saja jelas terlihat bahwa tempat ini memiliki literatur kebarat-baratan namun tetap mengusung corak Jawa. Bagi warga Yogyakarta atau mereka yang tinggal di Jogja tempat ini pasti tidak asing lagi, bahkan mungkin masuk list salah satu tempat makan favorit di Jogja.

    Ketika mengunjungi tempat ini malam hari atau weekend bisa dipastikan kita harus mengisi buku tamu terlebih dulu sebelum memasuki ruangan. Ini sudah menjadi trade mark-nya House of Raminten sebagai tempat wisata kuliner yang unik dan berbeda dari tempat lain.

    img : santapjogja.com

    Café Nyentrik Bernuansa Jawa

    Dilihat dari desainnya, House of Raminten ini lebih tepat disebut café bernuansa Jawa. Ini dapat kita lihat dari sebuah Kereta Kencana yang dipajang dan terekspose dari luar.

    Begitu masuk ke ruangan kita langsung dapat mencium aroma dupa yang khas berpadu dengan bunga-bunga yang diletakkan diberbagai tempat. Nuansa mistis mungkin agak terasa manakala suara gending-gending Jawa terus terdengar mengalun ditengah redupnya cahaya lilin.

    Unsur budaya Jawa begitu kental disini. Hal itu bisa kita lihat dari deretan para waitress yang mengenakan kebaya kemben dengan alas kaki bakiak khas Jawa. Sementara para waiter menggunakan celana batik dengan keris terselip dipinggang.

    Uniknya setiap pelayan disini dibekali walkie talkie, nota, dan dompet sehingga tidak membutuhkan peran kasir lagi. Untuk memanggil pelayan kita harus membunyikan kentongan yang sudah disediakan di meja.

    Menu Makanan dan Minuman House of Raminten

    Sajian kuliner di House of Raminten  sangat banyak namun lebih didominasi makanan tradisional Jawa terutama makanan khas Jogja. Ada Tahu Bola, Sego Kucing, Es Klamud, Wedang Sere, dan masih banyak lagi. Tak hanya tempat dan atribut pelayan yang unik, namun ada yang lebih unik lagi yaitu gelas yang cukup tinggi sekitar 40 centimeter untuk menyajikan minuman.

    House of Raminten memang terkesan tempat makan high class. Namun soal menu dan harga makanan sangat bersahabat.

  • Sebuah resto bernama Kembang Seruni hadir meramaikan industri kuliner Jogja dengan berbagai menu khas nusantara. Keluarga saya yang kebetulan menggemari menu-menu khas nusantara tanpa sengaja menemukannya ketika mengadakan sebuah acara keluarga.

    Resto yang terletak di Jl. Dr. Sutomo, Jogja ini secara sekilas memang terlihat klasik dan elegan, tipikal resto-resto penyaji menu nusantara. Ketika masuk, ruangnya yang cukup luas langsung menyambut kami. Kami pun segera memilih tempat duduk di sudut belakang, yang kebetulan berdekatan dengan air conditioner karena cuaca siang itu cukup panas. Kami pun membaca menu-menu yang ditawarkan oleh resto ini. Secara jumlah, menu-menu yang ditawarkan di resto ini cukup banyak, dan diantara banyaknya menu yang ditawarkan, kami memesan satu porsi Nasi MerahBabat Gongso, Lontong cap Go Meh, dan Bubur Jenang Mix. Meski secara penampilan resto ini terasa cukup mewah namun secara harga menu-menu di resto ini terbilang standar. Rata-rata Rp. 35.000 untuk seporsi menu besar.

    Menu Nasi Merah Babat Gongso-nya terlihat begitu menggoda. Satu set lengkap menu ini terdiri dari nasi merah, babat gongso, oseng tempe, oseng daun ketela, oseng bihun, irisan telur dadar, dan sambal.Lengkap dan memikat. Soal rasa, tak perlu dipertanyakan lagi. Rasa babat gongsonya yang manis, gurih, dan lembut berpadu dengan aseng daun ketela yang menggigit, oseng bihun dan  oseng tempe yang lezat. Benar-benar rasa yang begitu akrab dan begitu memanjakan lidah. Nasi merahnya yang dimasak dengan kematangan yang sempurna pun menjadi pelengkap seluruh kelezatan dari menu ini. Kelezatan ini pun terasa ketika menyantap menu Lontong Cap Go Meh-nya. Rasa gurih kuah opor yang tercampur dengan sayur lodeh, lengkap dengan terong, kacang panjang, jipang, dan daun mlinjonya benar-benar memikat. Ayamnya yang disajikan secara utuh diatas seporsi besar menu ini pun membuat terasa semakin mantap dan menggoda. Kelezatan yang tak mungkin untuk ditolak.

    Saya pun menutup segala kelezatan menu-menu khas nusantara racikan dari Resto Kembang Seruni ini dengan seporsi Bubur Jenang Mix yang bisa dipilih sendiri. Menu yang kebetulan terdiri dari ketan hitam, sum-sum, dan  ini terasa sangat pas menutup jamuan makan siang keluarga saya kali ini. Benar-benar memuaskan.

  • Ilustrasi (dok.Thinkstock)

    Jakarta – Ingin mencicipi aneka kuliner lezat kadang jadi alasan traveler datang ke suatu destinasi. Datang ke sana, Anda tak bisa asal melahap semua makanan. Ada trik khusus agar wisata kuliner terasa maksimal.

    Ada banyak destinasi yang tak hanya menjanjikan pemandangan cantik, tapi juga kuliner yang lezat untuk turisnya. Saat datang ke sana, biasanya pelancong bisa kalap ingin menyantap seluruh makanan lezat.

    Hasilnya, perut akan terasa terlampau kenyang, padahal belum semua kuliner berhasil dicicipi, dan acara traveling pun akan terganggu. Dikumpulkan detikTravel, Selasa (7/5/2013) inilah 5 tips agar traveling Anda di destinasi ini terasa menyenangkan:

    1. Pilih makanan yang paling khas

    Meski destinasi tujuan memiliki banyak kuliner lezat, Anda harus bisa membatasi mana makanan yang akan disantap. Prioritaskan makanan yang dipilih adalah yang paling khas di sana, baru makanan lain.

    Ini penting agar Anda bisa tahu bagaimana rasanya makanan paling enak di destinasi tujuan. Misalnya saja, penjual nasi jamblang khas Cirebon punya belasan menu. Tapi, traveler sudah paham kalau yang paling khas adalah blakutak, alias cumi yang dimasak dengan tintanya. Yummy!

    2. Cermat memilih makanan

    ‘Jangan lapar mata’ ini adalah istilah yang sering digunakan untuk memperingatkan orang-orang. Tujuannya adalah agar mereka bisa menyeleksi makanan mana saja yang akan dipilih.

    Pilih yang benar-benar diinginkan, bukan sekadar ingin karena penampilan makanan yang menarik. Ingat, tidak semua kuliner cocok di lidah.

    3. Tanya harga terlebih dulu

    Menjadi turis, tentu Anda adalah salah satu sasaran empuk penjual nakal. Karena tahu tujuan pelancong datang untuk menikmati kuliner, para pedagang nakal ini bisa saja tiba-tiba menjual dengan harga tinggi.

    Tanya dulu harganya sebelum menyantap makanan. Dengan demikian, Anda tetap bisa makan enak tanpa khawatir kantong jebol.

    4. Minum air putih

    Bisa menyantap banyak jenis kuliner tentu jadi tujuan traveler. Agar bisa melahap banyak makanan, pilih saja air putih sebagai minuman. Milkshake, jus atau bahkan kopi hanya akan membuat perut Anda cepat kenyang. Hasilnya, makanan yang disantap semakin sedikit.

  • santaelladecoracion Mi memang menjadi salah satu makanan yang disukai banyak orang. Kuliner yang aslinya berasal dari Tiongkok ini selalu diminati oleh orang-orang di seluruh dunia, termasuk Indonesia, karena memiliki rasa yang nikmat dan memikat.

    Karena Indonesia terdiri atas beberapa wilayah dari Sabang sampai Merauke, varian mi khas nusantara yang bisa kamu pilih pun lebih beragam. Masing-masing punya keunikan dan keautentikan rasa tersendiri lho. Yang pasti, semuanya tetap menunjukkan ciri khas kuliner dalam negeri yang kaya bumbu dan rempah

    Dari berbagai jenis mi khas nusantara berikut ini, mana saja yang sudah kamu coba?

    1. Mi Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam

    Kenikmatan mi aceh yang legendaris membuat kuliner yang berasal dari Serambi Mekah ini bisa dengan mudah kamu temukan di kota-kota lain. Hal utama yang membuat makanan ini begitu dicintai para penggemar mi adalah penggunaan bumbu rempah yang enggak pelit. Terbayang kan betapa nikmatnya menyantap mi lembut bercita rasa pedas, gurih, dan asam sekaligus di mulut? Supaya lebih mantap, mi aceh disajikan dengan daging, ayam, udang, atau kepiting.

    2. Mi Belitung, Belitung

    Belum afdol kalau traveling ke Kota Laskar Pelangi tanpa mencicipi lezatnya mi belitung. Seporsi mi belitung berisi mi kuning, potongan kentang, kekian, udang goreng, taoge, timun, dan kuah kaldu udang yang kental. Supaya lebih nikmat, emping selalu hadir sebagai pelengkap makanan ini.

    3. Mi Ongklok, Wonosobo

    Daerah Dieng, Wonosobo, memang terkenal dengan udaranya yang sejuk dan cukup dingin. Untuk menghangatkan diri saat liburan ke sana, kamu tak boleh melewatkan kesempatan menjajal mi ongklok. Kuliner berisi mi, potongan kol, dan daun kucai dimasak menggunakan saringan tradisional yang terbuat dari bambu.

    Mi dan sayuran tersebut dicelupkan ke air mendidih dengan menggunakan ongklok. Setelah matang, mi disiram dengan kuah kaldu kental yang gurih. Pelengkap seperti satai sapi, tempe kemul, atau keripik tahu bisa jadi pilihan untuk melengkapi cita rasa mi ongklok agar rasanya jadi lebih istimewa.

  • Wisata Kuliner Surabaya Surabaya merupakan Kota pahlawan yang terkenal dengan istilah arek-arek Suroboyo. Kota ini menjadi salah satu saksi perjuangan bangsa Indonesia melawan penajajahan, dan kini Kota Surabaya menjadi salah satu Kota terbesar di Indonesia. Apalagi Surabaya memiliki kampus yang bergengsi dan berkelas Internasional, ITS.

    Ada banyak tempat wisata di Surabaya yang menarik untuk kita kunjungi. Sebelumnya sudah kita bagikan seputar lokasi wisatawannya, kalau sekarang kami akan mengajak anda keliling ke tempat wisata Kuliner Surabaya yang wajib anda coba.

    Tempat wisata Kuliner Surabaya ini admin rangkum dari berbagai sumber dan ulasan langsung dari masyarakat Surabaya dan review mereka mengenai cita rasa kuliner Surabaya yang sudah mereka coba. Nah, meskipun memang selesar kita berbeda-beda mungkin, menurut kita enak belum tentu enak menurut yang lainnya. Maka dari itu, kami bagikan saja kepada anda, anda sendiri yang menilai mengenai rasanya.

    Tempat Wisata Kuliner Surabaya

    Setidaknya ada 35 tempat wisata kuliner Surabaya yang kami bagikan kepada anda kali ini, kalau anda memiliki saran atau masukan ada tempat makan enak di Surabaya yang lainnya silahkan sebutkan di kolom komentar nanti akan kami tambahkan juga.

    1. Sate Ayam Lisidu

    Tempat wisata kuliner Surabaya yang pertama adalah sate yang sudah sangat terkenal dan legendaris serta asli surabaya, sate lisidu. Sate ini benar-benar unik, mulai dari bentuk sate nya yang pipih sehingga membuat bumbu lebih mudah meresap. Lalu cara pengipasannya dari bawah dan atas sehingga Sate Ayam Lisidu tersaji bersih dan tidak ada arang yang menempel.

    Asyiknya lagi Anda juga bisa milih mulai dari bagian dada, paha, kulit, hingga jeroan. Yang paling ngangenin dari sate surabaya ini adalah bumbu kacangnya, karena dibuat dari kacang Tuban yang disangrai dengan cita rasa manis. Coba deh..

    Paling enak makan disini rame-rame bersama keluarga atau orang tercinta, meskipun makan satenya disambi ngobrol lama, satenya akan tetap hangat karena disediakan anglo untuk memanggang sate di masing-masing meja. Untuk Lokasinya juga sangat mudah diakses karena berada di tengah kota, di Jl. Kutai No.53-C, Darmo, Wonokromo, Kota Surabaya, Jawa Timur.

  • Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!

1 of 1